Strategi bisnis bisnis global membatasi kendali di bawah perusahaan
induknya. Produk untuk seluruh pasaran dunia globalnya dibuat secara
terpusat dan dikirimkan ke cabang-cabangnya. Aliran produk dan informasi
di antara perusahaan induk dan cabangnya bergerak dalam satu arah
menuju cabang. Sistem informasi dari strategi ini menempati kapasitas
terbesar di lokasi induk dan menonjolkan sentralisasi pada basis data
dan proses.
Strategi bisnis multinasional merupakan perpaduan kendali yang bersifat
sentralisasi dari strategi dunia global dan kendali yang desentralisasi
dari strategi multinasional. Dalam penerapan sistem ini, kelompok
manajemen di perusahaan induk lebih mengetahui dan terampil dalam
memasuki pasaran dunianya. Cabang-cabang menggunakan keahlian mereka
untuk menyesuaikan produk, proses, dan strategi kepada pasaran mereka
masing-masing bedasarkan kelompok manajemen yang telah ditetapkan.
Perusahaan yang mengikuti strategi bisnis ini menjalankan sistem antar
organisasi yang menghubungkan basis data dan proses dari induk dengan
cabang-cabangnya.
Strategi bisnis antarnegara, yang dikenal pada tahun 1980-an. Dimana,
Perusahaan induk dan seluruh cabang bekerja sama dalam merumuskan
strategi dan mengoperasikan kebijakan dan mengkoordinasi logistik untuk
menempatkan produk pada pasaran yang tepat. Perusahaan induk memantau
pencapaian yang dapat diraih melalui penggabungan bisnis global untuk
efisiensi, namun tetap memberikan keleluasaan pada tingkat lokal operasi
perusahaan cabang. Perusahaan yang menerapkan strategi ini melakukan
penggabungan pada sistem informasinya dengan mengikuti standar yang
digunakan pada skala internasional bersamaan dengan rancangan sistem
informasi pada umumnya. Strategi ini menempatkan tanggung jawab yang
besar pada pengelola basis data untuk memastikan bahwa rancangan basis
data perusahaan lazim digunakaan di seluruh dunia.
Hubungan antara Sistem Informasi dengan Strategi Bisnis
1. Para eksekutif perusahaan secara bersama dapat memperoleh penjelasan
mengenai pengaruh yang mungkin terjadi pada sistem informasi dunia dalam
strategi bisnis.
2. Memahami masing-masing unit usaha dalam strategi bisnis.
3. Menentukan siasat sistem informasi yang tepat untuk masing-masing unit strategi.
4. Mengenali pentingnya aplikasi untuk mencapai masing-masing siasat sistem informasi dan memprioritaskan penerapannya.
5. Menetapakan tanggung jawab untuk menerapkan aplikasi.
Strategi sistem informasi (SI) dibangun sesuai dengan strategi
perusahaan. Pada awalnya SI diposisikan sebagai alat bantu untuk
mengintegrasikan data dan meningkatkan kualitas informasi semata, maka
saat ini SI telah menjadi strategi bisnis yang hebat. Dengan adanya SIM
dapat membuat keputusan yang dapat meningkatkan value bagi perusahaan
dapat di putuskan dengan cepat, tepat dan aman dan akurat, agar dapat
menghadapi persaingan yang semakin kompleks saat ini. Pemanfaatan SI
yang berbasis teknologi informasi dihampir semua bidang usaha bisnis
merupakan salah satu strategi untuk menjawab tekanan atau amsalah yang
dihadapi perusahaan, manfaat yang didapat perusahaan dengan pembangunan
SI dapat bermanfaat untuk;
1. Integrasi data dan Informasi, dengan SI memungkinkan perusahaan
mengintegrasikan data dengan baik baik berupa data setup, maupun data
transaksi yang dilakukan dari berbagai terminal dalam lingkungan
jaringan di perusahaan. Sehingga dapat dimanfaatkan untuk membuat
laporan manajerial yang dapat digunakan untuk merencanakan,
pengorganisasian, dan pengontrolan terhadap kinerja perusahaan secara
unit, maupun keseluruhan.
2. Pengorganisasian data memungkinkan sistem bebas redundasi data,
dengan adanya sfasilitas sistem informasi bahaya duplikasi data dapat
dihindari, data menjadi konsisten, sehingga dapat dipakai bersama
disetiap departemen.
3. Meningkatkan kecepatan dan keakuratan penyusunan laporan manajerial,
dengan adanya SI manajer dapat mengumpulkan data yang cepat dan akurat,
yang dapat digunakan untuk mengolah mereka untuk membuat laporan
manajerial.
4. Meningkatkan kualitas produk dan kecepatan layanan. Daya saing
perusahaan dipengaruhi oleh kualitas produk dan keputusann yang lebih
baik, kecepatan layanan, dan harga yang murah. Semua ini dapat
ditingkatkan dengan pembangunan SI, dengan SI semua lini perusahaan
(terutama bagian produksi dan persediaan) mendapatkan informasi yang
cepat mengenai produk sehingga apabila produk rusak atau mutu kurang
baik dapat dilakukan perbaikan ulang atau diafkir. Kecepatan layanan
dapat diperoleh dengan waktu yang singkat diperoleh oleh konsumen dalam
mendapatkan pelayanan tentang informasi yang dibutuhkan.
5. Efisiensi biaya dan waktu. Pemanfaatan SI yang digunakan seoptimal
mungkin akan menurunkan pengeluaran biaya perusahaan dengan pemanfaatan
sumber daya teknologi, serta meningkatkan produktifitas perusahaan
dengan cepatnya waktu pelayanan.
6. Meningkatkan citra perusahaan. SI dapat meningkatkan citra perusahaan
dari susut staf maupun pihak eksternal perusahaan. Karena layanan
konsumen yang cepat, dan karyawan menjadi cukup ringan dalam mengelolah
transaksi yang terjadi. Kepercayaan masyarakat akan meningkat dan akan
mendorong pembelian kembali dari produk perusahaan.
Sistem informasi untuk menunjang kegiatan strategis berbeda dengan SI
konvensional, seperti; 1). Dukungan; SI secara konvensional untuk
mendukung manajer menyelesaikan masalah kritis, sedangkan SI strategis
untuk mendukung manajer dalam menerapkan strategi. 2). Fokus, SI
konvensional mengunakan teknologi untuk kepentingan manusia, sedangkan
SI stratejik sebagai alat atau senjata kompetisi. 3). Tujuan, SI
konvensional lebih untuk pengurangan biaya (efisiensi), SI stratejik
untuk memenangkan persaiangan. 4). Orientasi, SI konvensional berientasi
ke aplikasi internal, sedang SI stratejik orientasi baik internal
maupun eksternal untuk menjangkau konsumen.
Diberdayakan oleh Blogger.
Selasa, 26 Februari 2013
Sistem Informasi dapat mendukung usaha bisnis maupun strategi
by Unknown |  at 10.00
Popular Posts
Blog Archive
Contributors
Proudly Powered by Blogger.
0 komentar: